Senin, 15 Agustus 2011

batik


BATIK YOGYAKARTA
MOTIF GROGOL MERAH, MOTIF KAWUNG BENGGOL


       
Batik klasik Jogja mempunyai nilai dan cita rasa seni yang tinggi, dengan pengerjaan yang rumit dan dalam waktu berminggu-minggu. Batik klasik mempunyai pola-pola dasar tertentu dengan berbagai macam variasi motif, seperti kawung, parang, nitik, tuntum, ceplok, tambal, dan lain sebagainya, dengan bahan dasar batik berupa kain katun putih kwalitas halus, juga kain sutera putih.
Ciri khas batik gaya Yogyakarta , ada dua macam latar atau warna dasar kain. Putih dan Hitam. Sementara warna batik bisa putih (warna kain mori), biru tua kehitaman dan coklat soga. Ragam hiasnya pertama Geometris : garis miring lerek atau lereng, garis silang atau ceplok dan kawung , serta anyaman dan limaran.Ragam hias yang bersifat kedua non-geometris semen, lung- lungan dan boketan.Ragam hias yang bersifat simbolis erat hubungannya dengan falsafah Hindu – Jawa antara lain: Sawat Melambangkan mahkota atau penguasa tinggi, Meru melambangkan gunung atau tanah (bumi), Naga melambangkan air, Burung melambangkan angin atau dunia atas, Lidah api melambangkan nyala atau geni. Sejak pertama sudah ada kain larangan. Setiap Sultan yang bertahta berhak membuat peraturan baru atau larangan-larangan.